Jalur Jatilima dioptimalkan Bupati Majalengka, koridor wisata alam yang menyatu dari curug hingga terasering - MENGGAPAI ASA

Jalur Jatilima dioptimalkan Bupati Majalengka, koridor wisata alam yang menyatu dari curug hingga terasering

Jalur Jatilima dioptimalkan Bupati Majalengka, koridor wisata alam yang menyatu dari curug hingga terasering

KABAR MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka kian serius menjadikan Jalur Jatilima sebagai ikon wisata alam unggulannya di daerahnya.

Jalur sepanjang 44 kilometer ini bukan sekadar akses transportasi, melainkan koridor wisata alam strategis yang menghubungkan puluhan destinasi wisata, mulai dari terasering, curug, hingga panorama alam yang memikat pandangan mata.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan, pengembangan Jalur Jatilima merupakan bagian dari visi besar pemerintahanya dalam membangun pariwisata berbasis alam dengan menyatukan berbagai konektivitas wilayah yang ada di sekitarnya.

"Pembangunan jalan Jatilima ini saya rancang sejak menjabat Kepala Dinas PUTR dan Sekda. Kini, sebagai bupati, tentu akan saya maksimalkan lagi agar benar-benar menjadi jalur wisata andalan Majalengka," ujar Eman saat menerima silaturahmi jajaran redaksi dan manajemen Harian Umum Kabar Cirebon di Pendopo Majalengka, usai Kabar Cirebon menggelar rapat kerja di kawasan wisata Kecamatan Argapura.

Sepanjang jalur tersebut, lanjutnya, wisatawan dapat menikmati sensasi berpetualang sambil disuguhi panorama alam yang indah dan menakjubkan, menjadikan Jalur Jatilima bukan sekadar jalan penghubung, namun pengalaman wisata yang berkesan dan tidak terlupakan.

Puluhan Destinasi Wisata Terkoneksi, Anggaran Miliaran Digelontorkan

Masih Dikatakan Eman, Pemkab Majalengka telah mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk meningkatkan aksesibilitas Jalur Jatilima.

Kebijakan ini diharapakan dapat mendorong pariwisata di Majalengka semakin dikenal luas. Bahkan tak hanya oleh wisatawan domestik, tapi juga mancanegara.

"Wisata alam itu anugerah Tuhan yang tak pernah membosankan jika di kunjungi. Berbeda dengan wisata buatan manusia ada bosannya. Karena itu, jalur wisata alam ini harus kita maksimalkan," tegas Eman.

7 Kecamatan, Satu Jalur Wisata Terpadu

Jalur Jatilima sendiri, kata Eman, membentang melintasi tujuh kecamatan, yakni Sindangwangi, Rajagaluh, Argapura, Maja, Banjaran, Talaga, dan Cikijing.

Jalur ini melewati kawasan perbukitan dan menghubungkan berbagai destinasi wisata alam populer seperti Terasering Panyaweuyan, Curug Muara Jaya, Situ Sangiang, hingga Kawitwangi.

Maka dari itu, Eman mengatakan, pembangunan jalur Jatilima merupakan kebutuhan mendasar, sebagai daya dukung utama akses menuju kawasan wisata yang selama ini menjadi magnet wisata Majalengka.

Jalan Sempit Menjadi Jalur Nyaman Wisata

Salah satu dampak nyata pembangunan Jalur Jatilima itu peningkatan kualitas infrastruktur. Jalan yang sebelumnya hanya selebar 2,5 meter, kini diperlebar menjadi 5,5 meter, sehingga lebih aman dan nyaman bagi wisatawan maupun warga setempat.

Keberadaan akses jalan yang memadai ini, kata Eman, diharapkan dapat mendongkrak popularitas destinasi unggulan di Majalengka seperti Panyaweuyan, yang kini telah viral dan ramai dikunjungi para wisatawan.

Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Eman berharap, jalur ini tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, namun juga memberikan efek berganda bagi masyarakat sekitar. Peningkatan mobilitas penduduk memperlancar aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu jadi efeknya. ***

Posting Komentar untuk "Jalur Jatilima dioptimalkan Bupati Majalengka, koridor wisata alam yang menyatu dari curug hingga terasering"