Hari AIDS se-Dunia,Pemkab Jayapura Edukasi Tingginya Kasus HIV dengan Membagikan Bunga dan Pita
Laporan Wartawan menggapaiasa.com, Putri Nurjannah Kurita
menggapaiasa.com, SENTANI -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mengedukasi masyarakat terkait tingginya kasus HIV/AIDS pada peringatan Hari AIDS Sedunia dengan membagikan pita dan bunga di jalan masuk Pasar Lama, Distrik Sentani, Senin (1/12/2025).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Lilian Suebu mengungkap kasus HIV/AIDS per September 2025 sebanyak 5.985 kasus diantaranya 470 kasus baru dengan jumlah penderita terbanyak di wilayah Sentani Kota.
"Kasus baru tahun 2025 470 kasus, dibanding tahun kemarin 632 kasus baru. Turun 477 kasus," katanya.
Lilian menyebut kegiatan itu merupakan kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, LSM, komunitas sebagai bentuk kepedulian terhadap kasus HIV/AIDS.
Menurut Lilian, kegiatan ini akan terus berlanjut bukan hanya di peringatan Hari AIDS Sedunia saja, tetapi pihaknya akan membuat program bersama turun ke kampung-kampung guna meminimalisir stigma dan diskriminasi bagi ODHA atau orang dengan HIV/AIDS.
"Kita akan buat berlanjut pemutaran film, edukasi, tes HIV/AIDS. Masyarakat diharapkan tidak bisa menawarkan diri untuk tes. Kita harap promosi kita lebih kuat lagi," ujarnya.
Lebih lanjut, kata Lilian, penderita HIV/AIDS paling banyak terjangkit pada usia produktif dari 20 hingga 30 tahun. Sebab itu pihakanya juga melibatkan, KNPI, pemuda, PMI, gencar menyuarakan kasus ini di masing-masing komunitas.
Diskriminasi terhadap ODHA dan Kendala Konseling
Lilian mengatakan, angka pemeriksaan HIV/AIDS dipengaruhi oleh stigma dan diskriminasi karena itu kebanyakan masyarakat lebih memilih memeriksa penyakit seperti gula, kolesterol, atau penyakit lainnya dibanding HIV/AIDS.
"Karena itu momen ini dimanfaatkan sebagai sarana advokasi dan sosialisasi," ujarnya.
Selain itu, Lilian mengungkap, ODHA mengalami kendala pada tahap konseling, mendapat efek samping saat meminun obat ARV sehingga mereka memerlukan dukungan keluarga.
"Obat ARV dari Kementrian Kesehatan logistiknya selalu ada 22 puskesmas di Kabupaten Jayapura. Obat bisa diambil secara gratis, tetapi kendalanya pasien pada saat konseling, dan efek samping obat," katanya. (*)
Posting Komentar untuk "Hari AIDS se-Dunia,Pemkab Jayapura Edukasi Tingginya Kasus HIV dengan Membagikan Bunga dan Pita"
Posting Komentar