GMNI cabang Malaka bersama warga gelar baksos penanaman pohon di DAS Motaain

Ringkasan Berita:
- MNI Cabang Malaka bersama masyarakat Desa Motaain menggelar bakti sosial penanaman anakan pohon mahoni di sepanjang DAS untuk mencegah banjir bandang
- Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, Babinsa, dan warga sebagai upaya penghijauan di wilayah yang kerap terdampak banjir
- Pohon mahoni dipilih karena akarnya kuat, mampu menahan erosi, dan memperkokoh tanggul sungai
- GMNI berkomitmen melanjutkan program penghijauan dengan pengadaan bibit tambahan
Laporan Reporter menggapaiasa.com, Kristoforus Bota
menggapaiasa.com, BETUN - Dalam upaya mencegah terjadinya bencana alam, khususnya banjir bandang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Malaka bersama masyarakat Desa Motaain menggelar kegiatan bakti sosial penanaman anakan pohon mahoni di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), Senin (29/12/2025).
Kegiatan itu menjadi wujud nyata kepedulian GMNI terhadap pelestarian lingkungan hidup sekaligus langkah strategis penghijauan di wilayah rawan bencana.
Desa Motaain sendiri diketahui kerap mengalami banjir saat curah hujan tinggi, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Bakti sosial tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Motaain, Ambrosius Klau, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Babinsa setempat, serta puluhan warga desa. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat mereka bersama-sama menanam puluhan anakan pohon mahoni di sepanjang tanggul sungai yang sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Malaka.
Pohon mahoni dipilih karena memiliki akar yang kuat dan mampu membantu memperkokoh struktur tanah. Selain berfungsi sebagai penahan erosi, keberadaan pohon itu diharapkan dapat memperkuat tanggul sungai sehingga mampu mengurangi risiko luapan air saat musim hujan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Cabang Malaka, Erwin Bani, kepada menggapaiasa.commenyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon itu merupakan langkah positif dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat yang tinggal di wilayah DAS.
“Desa Motaain sering mengalami banjir saat curah hujan tinggi. Penanaman pohon ini bertujuan untuk menjaga kekuatan tanah, memperkuat tanggul, dan membantu menahan banjir ketika bencana terjadi,” ujar Erwin.
Ia menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas sebagai agent of change, tetapi juga harus mampu bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam melakukan aksi-aksi nyata yang bermanfaat.
Erwin juga menambahkan bahwa kegiatan penghijauan itu tidak berhenti sampai di sini. GMNI Cabang Malaka telah melakukan koordinasi dengan Kepala UPTD KPH Wilayah Belu–Malaka terkait pengadaan anakan pohon lanjutan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala UPTD KPH Belu–Malaka dan mendapat respons yang baik. Ke depan akan dibantu pengadaan anakan pohon asam. Tugas GMNI selanjutnya adalah melakukan survei lokasi DAS yang membutuhkan penanaman,” ungkapnya.
Melalui kegiatan itu, Erwin mewakili GMNI Cabang Malaka berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, lestari, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Ambrosius Klau, menyampaikan apresiasi dan rasa antusiasnya terhadap kegiatan bakti sosial yang digagas GMNI Cabang Malaka. Menurutnya, penanaman pohon mahoni di sepanjang tanggul sangat membantu dalam menjaga kekuatan tanah.
“Jika tanggul tetap kokoh, maka masyarakat akan terhindar dari ancaman erosi dan bencana banjir. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi desa kami,” ujar Ambrosius. (ito)
Ikuti berita menggapaiasa.comlain di GOOGLE NEWS
Posting Komentar untuk "GMNI cabang Malaka bersama warga gelar baksos penanaman pohon di DAS Motaain"
Posting Komentar