Gen Z dan pinjol: Solusi keuangan atau bom waktu?

PIKIRAN RAKYAT - Generasi Z yang memiliki digital natives atau erat dengan teknologi serta layanan digital kini berada diantara tantangan beragam transformasi perilaku digital. Dengan kapitalisme mudah sekali memengaruhi gen-z lewat sifat konsumtif modern dengan adanya media sosial serta e-commerce mulai dari fenomena fear of missing out (FoMO), pemasaran lewat influencer, hingga personalisasi iklan yang didukung oleh big data dan AI.
Bukan tidak mungkin perasaan generasi muda untuk memenuhi tren dan gaya hidup standar sosmed terus menghantui. Tahun 2023 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melaporkan jumlah rekening penerima pinjol aktif berusia 19-34 tahun mencapai 10,91 juta dengan nilai pinjaman sebesar Rp26,87 triliun.
Jumlah yang besar dan mirisnya, banyak dari kalangan gen-z yang memilih pinjaman online (pinjol) sebagai fast track untuk memenuhi keinginannya. Layanan financial technology landing atau pinjaman online dengan mudah diakses gen-z prosesnya mudah tanpa memerlukan jaminan serta pencairan dana dalam hitungan menit.
Dampak Negatif Pinjol
Gen-z yang memanfaatkan pinjol rentan dengan dampak negatif yang dapat merugikannya dikemudian hari seperti Risiko bunga tinggi (terus merangkak naik). Jatuh tempo dan gagal bayar, serta Praktik gali lubang tutup lubang (melakukan pinjaman baru, untuk membayar pinjaman lama.
Solusi Keluar dari Jebakan Pinjol
Pinjaman oleh bagaikan solusi semu yang menjebak, diperlukan solusi yang realistis, fleksibel, tapi mampu menyesuaikan lifestyle digital gen-z.
1. Meningkatkan literasi keuangan dan financial planner
Sebelum meminjam lakukan perhitungan bunga serta antisipasi risiko gagal bayar. Bahkan jauh sebelum memilih menggunakan pinjol lakukan perencanaan dan pencatatan keuangan bisa melalui aplikasi digital seperti Mint, PocketGuard, Goodbudget, Wally, dll.
2. Menerapkan konsep delay gratification
Delay gratification diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menunda kepuasan saat ini dengan tujuan mencapai kepuasan yang lebih memuaskan di masa depan. Konsep ini membuat kita keluar dari bergam impulsive buying yang memberi kita kepuasan sesaat.
Tidak ada salahnya jika terpaksa melakukan pinjaman, namun akan lebih bijak untuk menghindarinya. Memanfaatkan pinjol untuk upskill atau memulai usaha bisa menjadi menjadi pilihan bijak dibanding sekadar memenuhi keinginan sesaat atau terlihat trendy. Jika pinjol dimanfaatkan dengan bijak serta bertanggung jawab, dapat memberi kita reputasi kredit yang baik serta bermanfaat sebagai alat membangun masa depan yang sukses.***
Posting Komentar untuk "Gen Z dan pinjol: Solusi keuangan atau bom waktu?"
Posting Komentar