ENRG siapkan capex jumbo hingga 2030, ini arah strategi, risiko utang, dan prospek saham ke depan

MEDIA JABEJABE - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana belanja modal agresif untuk beberapa tahun ke depan. Emiten migas milik Grup Bakrie ini menyiapkan strategi pertumbuhan jangka panjang dengan target ambisius: menggandakan produksi minyak dan gas pada 2030.
Langkah tersebut membuka peluang pertumbuhan, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar soal daya tahan arus kas, struktur utang, dan risiko dilusi bagi investor.
Kinerja Keuangan Mulai Menguat
Secara fundamental, ENRG menunjukkan perbaikan kinerja sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan tumbuh dua digit, ditopang oleh kenaikan produksi minyak serta harga gas yang relatif stabil.
Laba bersih semester pertama 2025 juga mencatat kenaikan tahunan. Capaian ini memberi sinyal bahwa efisiensi operasional mulai terasa, meski tekanan produksi gas masih muncul di beberapa periode.
Tren ini menempatkan ENRG dalam fase transisi: dari sekadar bertahan, menuju ekspansi yang lebih agresif.
Capex Besar Jadi Mesin Pertumbuhan
Manajemen ENRG menyiapkan belanja modal sekitar US$ 200 juta pada 2026, sebagai bagian dari total capex jangka panjang sekitar US$ 1,4 miliar untuk periode 2025–2030.
Dana tersebut diarahkan ke beberapa fokus utama:
-
Pengeboran eksplorasi puluhan sumur baru
-
Pengembangan ratusan sumur produksi
-
Perawatan sumur eksisting
-
Peluang akuisisi blok migas, baik di dalam maupun luar negeri
Menurut laporan yang dilansir Katadata, strategi ini dirancang untuk mendorong produksi gabungan migas ENRG dari kisaran 50 ribu barel setara minyak per hari (boepd) menjadi hampir dua kali lipat pada akhir dekade ini.
Bagi investor jangka panjang, capex besar ini mencerminkan komitmen pertumbuhan. Namun, konsekuensinya jelas: kebutuhan dana yang tidak kecil.
Dari sisi rasio keuangan, posisi ENRG relatif moderat untuk ukuran emiten migas. Rasio utang terhadap ekuitas berada di bawah 50 persen, sementara kemampuan membayar bunga masih berada di level aman.
Namun, tantangan muncul pada sisi likuiditas. Beberapa data menunjukkan rasio lancar masih di bawah 1, yang berarti aset jangka pendek belum sepenuhnya menutup kewajiban jangka pendek.
Situasi ini wajar untuk bisnis yang sangat padat modal, tetapi tetap menuntut pengelolaan kas yang disiplin—terutama saat capex berada di puncak.
Di sisi lain, pasar juga mencermati rencana pendanaan eksternal. Salah satu opsi yang pernah mencuat adalah penerbitan obligasi bernilai triliunan rupiah untuk memperkuat modal kerja dan struktur utang, sebagaimana diberitakan Stockbit Snips.
Arus Kas Jadi Kunci Cerita
Masalah utama ENRG bukan pada potensi bisnis, melainkan pada timing arus kas. Capex besar membuat free cash flow berpotensi negatif dalam jangka pendek.
Menurut data yang dirangkum StockAnalysis, skor Altman Z ENRG masih berada di area rawan. Artinya, keberhasilan strategi ekspansi sangat bergantung pada stabilitas harga minyak dan gas serta realisasi produksi sesuai rencana.
Jika produksi meleset atau harga komoditas turun tajam, tekanan ke neraca bisa meningkat.
Sejumlah analis masih melihat peluang menarik pada saham ENRG. Kiwoom Sekuritas, misalnya, menaikkan target harga saham ini dengan rekomendasi beli, seiring perbaikan laba dan efisiensi operasional.
Beberapa platform investasi ritel juga menilai valuasi ENRG masih relatif murah dibanding potensi cadangan dan aset migas yang dimiliki.
Meski begitu, hampir semua analis menekankan catatan yang sama: saham ini cocok bagi investor yang siap menghadapi fluktuasi tinggi.
Risiko yang Tidak Bisa Diabaikan
Ada beberapa risiko utama yang perlu dicermati investor:
-
Volatilitas harga minyak dan gas global
-
Tekanan transisi energi dan regulasi jangka panjang
-
Risiko likuiditas akibat belanja modal besar
-
Potensi dilusi saham jika perusahaan memilih rights issue atau private placement
Menurut laporan IDN Financials, skenario pendanaan akan sangat menentukan persepsi pasar terhadap ENRG ke depan.
ENRG sedang memainkan permainan jangka panjang. Capex besar membuka peluang lonjakan produksi dan pendapatan, tetapi juga meningkatkan sensitivitas terhadap risiko utang dan arus kas.
Bagi investor yang memahami karakter bisnis migas—padat modal, siklikal, dan penuh ketidakpastian—ENRG bisa menjadi opsi menarik. Namun, disiplin memantau likuiditas dan strategi pendanaan menjadi syarat mutlak sebelum masuk lebih dalam.***
Posting Komentar untuk "ENRG siapkan capex jumbo hingga 2030, ini arah strategi, risiko utang, dan prospek saham ke depan"
Posting Komentar