Dianggap Beresiko, Mayoritas Pedagang Pigura Eks Sukalila Kota Cirebon Enggan Tempati Pasar Pagi - MENGGAPAI ASA

Dianggap Beresiko, Mayoritas Pedagang Pigura Eks Sukalila Kota Cirebon Enggan Tempati Pasar Pagi

Dianggap Beresiko, Mayoritas Pedagang Pigura Eks Sukalila Kota Cirebon Enggan Tempati Pasar Pagimenggapaiasa.com-Sebagian besar pedagang pigura eks Bantaran Sungai Sukalila Kota Cirebon enggan menempati lokasi relokasi di Pasar Pagi yang telah disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

Pasar Pagi yang menjadi salah satu lokasi relokasi, dianggap sebagian besar pedagang atau pengrajin pigura eks bantaran Sungai Sukalila terlalu beresiko.

"Betul, tidak ada yang mau untuk naik ke Pasar Pagi," ujar eks Ketua Paguyuban Pelaku UMKM Sukalila Macan Ali Kota Cirebon, Budi Frame, Kamis (18/12/2025).

Biaya Akomodasi Membengkak

Budi menjelaskan, biaya akomodasi untuk mengurusi ini dan itu membengkak.

Sehingga, para pengrajin pigura mencari alternatif lain. Ada yang mengontrak di tempat lain, bahkan beralih profesi seperti kerja serabutan.

"Miris, salah satu rekan kami dari pengrajin figura dimana putranya kena kangker otak semenjak lulus sekolah dari SMK Muhammadiyah, tidak bisa melihat sampai sekarang, berbaring di tempat tidur saja. Kan butuh biaya," jelasnya.

Sediakan Tiga Lokasi

Pemkot yang menyediakan tiga lokasi relokasi, menurut Budi, lokasi yang di Pusat Grosir Cirebon (PGC) harus mengontrak dari awal, sedangkan lokasi yang berada di Dukuh Semar dikhususkan bagi pedagang bunga.

"(Pedagang) Pigura yang di Pasar Pagi kosong," ucapnya.***

Posting Komentar untuk "Dianggap Beresiko, Mayoritas Pedagang Pigura Eks Sukalila Kota Cirebon Enggan Tempati Pasar Pagi"