Dedi Mulyadi minta angkot di Puncak stop operasi saat Nataru

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah provinsi menyiakan kompensasi pada pemilik angkutan kota (angkot) serta sopir dan sopir cadangannya di kawasan Puncak , Bogor, agar bersedia berhenti beroperasi sementara di libur Hari Natal dan Tahun Baru 2025/2026 (Nataru).
Kebijakan serupa pernah dilakukannya saat mudik Lebaran 2025. “Kebijakan ini akan diberlakukan kembali,” kata Dedi Mulyadi, dikutip dari siaran pers Humas Jabar, Selasa, 16 Desember 2025.
Dedi Mulyadi mengatakan, pemberian kompensasi tersebut ditujukan pada angkot yang beroperasi menuju dan dari kawasan Puncak, di wilayah Bogor dan Cianjur. Penghentian operasional angkot tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di kawasan Puncak saat momen liburan panjang.
Sekretaris Dinas Perhubungan Jawa Barat Diding Abidin mengatakan, kompensasi diberikan sebagai bentuk pengganti pendapatan sopir dan pemilik angkot yang sementara berhenti beroperasi. Angkot di kawasan Puncak diminta beroperasi sementara selama 4 hari, yakni pada 24-25 Desember 2025 serta 30-31 Desember 2025. Besarnya kompensasi yang diberikan sebesar Rp 200 ribu per orang per hari, sehingga setiap penerima akan memperoleh total RP 800 ribu selama 4 hari kebijakan diberlakukan.
"Kami peruntukkan buat 1.825 orang. Jadi orang ini adalah satu pemilik angkot, kedua adalah sopir utama dan sopir cadangan," kata Diding Abidin, dikutip dari siaran pers, Selasa, 16 Desember 2025.
Diding mengatakan, pemberian kompensasi juga rencananya akan menyasar moda transportasi tradisional di sejumlah daerah di Jawa Barat. Di antaranya pengemudi delman dan becak di Kabupaten Bandung , Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Kuningan, serta Cirebon. “Total delman dan becak itu kurang lebih ada 1.470 di enam daerah," kata dia.
Diding mengatakan, Dinas Perhubungan Jawa Barat akan melakukan pengawasan langsung di masa libur Hari Natal dan Tahun Baru untuk memastikan angkot, becak, dan delman penerima kompensasi benar-benar berhenti beroperasi sesuai ketentuan. “Kita akan monitoring, apakah betul mereka berhenti setelah diberikan (kompensasi). Itu akan terbaca," kata dia.
Dinas Perhubungan Jawa Barat mengklaim penghentian sementara operasional angkot, becak, dan delman pada mudik Lebaran 2025 efektif meningkatkan kecepatan rata-rata kendaraan. Rata-rata perjalanan Garut-Badung di lintas Limbangan-Malangbong meningkat 20-30 kilometer per jam dari sebelumnya 10-20 kilometer/jam, lalu di lintas Garut-Tasikmalaya meningkat menjadi 30-40 kilometer/jam dari sebelumnya 20-30 kilometer per jam.
Posting Komentar untuk "Dedi Mulyadi minta angkot di Puncak stop operasi saat Nataru"
Posting Komentar