BSI proyeksi fondasi ekonomi 2026 lebih kuat, soroti efek Purbaya - MENGGAPAI ASA

BSI proyeksi fondasi ekonomi 2026 lebih kuat, soroti efek Purbaya

menggapaiasa.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menilai 2026 akan menjadi tahun ketika efek Purbaya bekerja penuh, ditopang sinergi kebijakan fiskal–keuangan yang ekspansif namun tetap prudent. 

Penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) jumbo pemerintah di perbankan diproyeksikan memperkuat likuiditas, menurunkan biaya dana, dan menghidupkan kembali mesin pembiayaan di tengah ketidakpastian global.

Dalam laporan BSI Sharia Economic Outlook 2026, Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo menjelaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia memasuki 2026 relatif kuat. 

Proyeksi pertumbuhan 5,28% dibangun di atas delapan pilar yaitu dari normalisasi perdagangan global, rotasi aset ke emerging markets, menguatnya daya tarik Rupiah, hingga ketahanan konsumsi domestik.

“Kombinasi delapan faktor ini membuat Indonesia masuk ke 2026 dengan fondasi yang relatif kuat, meskipun lanskap global tetap penuh ketidakpastian,” ujar Banjaran dalam BSI Sharia Economic Outlook 2026, Kamis (4/12/2025). 

Di tengah prospek tersebut, Efek Purbaya menjadi sorotan utama BSI. Istilah ini merujuk pada kebijakan fiskal yang lebih ekspansif namun tetap berhati-hati, termasuk penempatan SAL sebesar Rp276 triliun di perbankan. 

Dana ini diharapkan memperkuat likuiditas sektor keuangan, menurunkan cost of fund, dan mendorong pembiayaan kembali ke kisaran dua digit serta mendukung pemulihan aktivitas usaha, terutama dari sektor swasta.

Dorongan likuiditas ini berjalan beriringan dengan program prioritas pemerintah pada 2026, mulai dari ekosistem makan bergizi gratis, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, dukungan UMKM, hingga program pangan dan energi. 

Dia menilai rangkaian kebijakan tersebut akan memperkuat permintaan domestik, yang tetap menjadi kontributor terbesar PDB, sekaligus menarik tambahan investasi di sektor-sektor terkait.

Banjaran menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah diperkirakan memainkan peran yang semakin penting. Total aset keuangan syariah diprediksi naik menjadi Rp3.508 triliun pada 2026, sementara pembiayaan perbankan syariah tumbuh hampir 12% dan DPK sebesar 12,55%. 

BSI menyebut momentum pertumbuhan dua digit ini menandakan keuangan syariah tak lagi sekadar pelengkap, melainkan salah satu pilar sektor keuangan nasional.

Meski demikian, BSI menegaskan bahwa tantangan tetap mengemuka, mulai dari risiko global, potensi asset bubble, hingga kedalaman pasar keuangan domestik yang masih terbatas. 

Namun, dengan memanfaatkan sepenuhnya momentum Efek Purbaya, penguatan kebijakan, dan tumbuhnya ekonomi syariah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar memasuki fase pertumbuhan yang lebih inklusif, kuat, dan berkelanjutan pada 2026.

Posting Komentar untuk "BSI proyeksi fondasi ekonomi 2026 lebih kuat, soroti efek Purbaya"