Bikin MPASI tidak harus rumit, tapi perlu padat gizi - MENGGAPAI ASA

Bikin MPASI tidak harus rumit, tapi perlu padat gizi

PAKAR Gizi Rita Ramayulis mengatakan MPASI tidak harus rumit. "Yang terpenting adalah bisa menyajikan MPASI yang bergizi seimbang, teksturnya sesuai usia, tentunya dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah didapatkan dan rasanya disukai anak,” kata Rita dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 7 Desember 2025.

Pemenuhan gizi sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Rita menambahkan bahwa porsi makan bayi yang kecil membuat setiap suapan harus padat gizi, terutama fungsi zat besi yang krusial pada masa ini untuk pertumbuhan otak. Ia mengatakan mulai usia 6 bulan, kebutuhan zat besi bayi melonjak hingga sekitar 11 miligram per hari. "Sementara dalam ASI hanya tersedia sekitar 3 persennya saja. Jadi masih kurang 97 persen lagi yang harus disediakan MPASI," kata Rita.

Ia mengatakan adanya kesenjangan kebutuhan zat besi yang besar inilah membuat orang tua harus lebih cermat memilih bahan makanan yang bergizi. "Contohnya seperti bahan utama hari ini yaitu ikan kembung dan lele yang kaya zat gizi, harganya terjangkau, dan mudah didapat, kemudian dikombinasikan dengan MPASI fortifikasi yang tinggi zat besi,” jelasnya.

Figur publik Alyssa Soebandono turut membagikan pengalaman menjadi ibu. Ia mengatakan bahwa setiap anak itu memiliki sifat dan keinginan yang berbeda. "Setiap anak itu berbeda, dan rasa bosan pada makanan pastinya sering terjadi. Karena itu, sebagai orang tua kita perlu pintar-pintar memvariasikan MPASI setiap hari agar anak tetap semangat makan," katanya.

Ia sendiri berusaha mengenalkan rasa dengan mengombinasikan bahan-bahan makanan yang ada di rumah. "Lalu saya padukan dengan SUN yang mudah dikreasikan dan gizinya lengkap, terutama tinggi zat besi yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak-anak kita," katanya.

"Saya merasa lebih tenang meski porsi makannya masih kecil. Ketika keduanya dipadukan, hasilnya jadi lebih padat gizi, tetap lezat, dan biasanya lebih mudah diterima anak,” kata Alyssa Soebandono

Sebelumnya, brand makanan pendamping ASI dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), SUN, menggandeng para ibu PKK menyelenggarakan Lomba Kreasi bertajuk Lahap Makan SUN.

Selain untuk meningkatkan kreasi menu MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang lebih beragam berbasis keanekaragaman pangan lokal, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat edukasi gizi. Kegiatan Lomba Kreasi Lahap Makan SUN bersama SUN ini diikuti para kader PKK yang tersebar di enam provinsi, termasuk Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan.

Melalui gerakan ini, harapannya semakin banyak ibu yang mengkreasikan variasi menu MPASI yang lebih beragam agar mengurangi risiko Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak. Kepala Divisi Nutrition and Special Foods, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Robert Arifin mengatakan gerakan tutup mulut masih menjadi tantangan utama para ibu saat memberikan MPASI. "Bersama para ibu kader PKK, edukasi ini kami wujudkan lewat Lomba Kreasi Lahap Makan SUN untuk memperkuat peran mereka sebagai pendamping para ibu. Kami terus berkomitmen untuk menjadi sahabat ibu dalam menghadirkan kreasi MPASI bergizi seimbang dengan rasa yang sesuai selera anak Indonesia,” kata Robert.

Ajang final ini diikuti enam kelompok finalis terpilih dari total 114 kelompok peserta lomba (342 kader). Pada tahap akhir ini, peserta ditantang mengolah dan menyajikan MPASI dalam waktu satu jam untuk tiga kategori usia (6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan ke atas), dengan bahan dasar ikan sebagai bahan utama untuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan pangan bergizi.

Salah seorang finalis, Lia Yuliasri David dari Provinsi Jawa Barat, menyampaikan antusiasmenya. "Saya sebagai kader merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi, khususnya untuk mendorong para ibu yang memiliki balita, agar dapat mengembangkan kreasi menu MPASI menggunakan SUN dan bahan-bahan yang mudah didapatkan di rumah. Harapannya, supaya anak-anak di wilayah saya bisa semakin baik gizinya,” ujarnya.

Posting Komentar untuk "Bikin MPASI tidak harus rumit, tapi perlu padat gizi"