Berburu sarapan nasi kuning yang tak pernah sepi di Prapatan Waiki, Indramayu - MENGGAPAI ASA

Berburu sarapan nasi kuning yang tak pernah sepi di Prapatan Waiki, Indramayu

Berburu sarapan nasi kuning yang tak pernah sepi di Prapatan Waiki, Indramayu

menggapaiasa.com - Indramayu bukan hanya dikenal sebagai daerah agraris dan pesisir di Jawa Barat, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang hidup di tengah masyarakat. Salah satu yang terus bertahan dan menjadi magnet warga setiap pagi adalah nasi kuning legendaris yang berlokasi di sekitar Prapatan Waiki, Kecamatan Indramayu.

Sejak subuh hingga menjelang siang, kawasan ini nyaris tak pernah sepi dari antrean pembeli.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas jual beli sudah dimulai sejak pukul 05.00 WIB. Puluhan pengendara motor hingga pejalan kaki silih berganti berhenti di lapak sederhana yang berdiri di sudut perempatan.

Aroma nasi kuning yang gurih berpadu dengan lauk pauk khas langsung menyambut siapa pun yang melintas.

Nasi kuning di Prapatan Waiki dikenal dengan cita rasa khas Indramayu. Warna kuningnya tidak terlalu mencolok, namun rasanya kaya rempah dan legit.

Disajikan dengan beragam lauk seperti telur dadar iris, tempe orek, sambal goreng kentang, ayam suwir, hingga serundeng kelapa, satu porsi nasi kuning di sini dianggap mampu memberikan energi untuk memulai aktivitas harian.

“Kalau pagi belum makan nasi kuning Waiki, rasanya belum lengkap,” ujar Asep (42), warga setempat yang mengaku hampir setiap hari menyempatkan diri membeli sarapan di lokasi tersebut. Selasa 30 Desember 2025

Menurutnya, selain rasa yang konsisten, harga yang terjangkau menjadi alasan utama nasi kuning ini selalu diburu.

Harga satu porsi nasi kuning dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp15.000, tergantung pilihan lauk. Dengan porsi yang cukup mengenyangkan, nasi kuning ini menjadi favorit berbagai kalangan, mulai dari buruh, pedagang, pegawai kantoran, hingga pelajar.

Tak hanya warga lokal, pembeli dari luar Indramayu pun kerap terlihat singgah. Mereka biasanya mengetahui keberadaan nasi kuning Prapatan Waiki dari rekomendasi mulut ke mulut maupun media sosial.

Keunikan lokasi yang berada di persimpangan jalan utama membuat lapak ini mudah diakses dan selalu terlihat ramai.

Penjual nasi kuning, yang telah berjualan lebih dari belasan tahun, mengaku tidak menyangka usahanya bisa bertahan dan semakin dikenal. “Awalnya cuma jualan kecil-kecilan buat warga sekitar. Sekarang alhamdulillah, tiap pagi selalu ramai,” ujarnya sambil terus melayani pembeli yang mengantre.

Keramaian di Prapatan Waiki justru menjadi pemandangan yang sudah biasa bagi warga sekitar. Meski demikian, arus lalu lintas tetap terkendali karena pembeli sudah memahami kondisi jalan dan tidak berlama-lama berhenti.

Fenomena nasi kuning Prapatan Waiki menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat kuat di tengah gempuran makanan modern. Kesederhanaan, cita rasa autentik, dan kedekatan dengan kehidupan masyarakat menjadi kunci bertahannya usaha ini.

Bagi sebagian warga Indramayu, berburu nasi kuning di Prapatan Waiki bukan sekadar urusan sarapan. Aktivitas tersebut telah menjadi rutinitas sekaligus tradisi pagi yang mempererat interaksi sosial.

Di tengah hiruk-pikuk perempatan, sepiring nasi kuning hangat menjadi saksi denyut kehidupan lokal yang terus berjalan dari hari ke hari.***

Posting Komentar untuk "Berburu sarapan nasi kuning yang tak pernah sepi di Prapatan Waiki, Indramayu"