Batas aman mobil matik lewati banjir - MENGGAPAI ASA

Batas aman mobil matik lewati banjir

JAKARTA, menggapaiasa.comMusim hujan yang masih berlangsung membuat risiko banjir di sejumlah ruas jalan sulit dihindari, terutama di wilayah perkotaan.

Kondisi ini kerap memaksa pengendara mobil matik untuk tetap melintas di genangan air, meski kekhawatiran soal potensi kerusakan mesin dan transmisi terus menghantui.

Namun, tidak semua genangan langsung berujung bahaya, asalkan pengemudi memahami batas aman saat mobil matik melewati banjir.

Batas Aman Mobil Matik Saat Melewati Banjir

Menurut Freddy, Direktur Domo Transmisi, batas aman mobil matik saat melewati banjir bisa dilihat dari ketinggian air terhadap bagian bawah mesin.

Selama air hanya merendam karter oli mesin, risiko kerusakan dinilai masih relatif kecil.

“Kalau cuma sampai di karter oli mesin, itu masih aman. Karter itu konstruksinya rapat, ada gasket dan sealant, jadi air tidak mudah masuk,” ujarnya kepada menggapaiasa.com, Kamis (25/12/2025).

Freddy menjelaskan, indikator sederhana yang bisa diperhatikan adalah tidak adanya tetesan oli dari karter.

Jika tidak terlihat rembesan, artinya sistem masih tertutup dengan baik dan air dari luar tidak masuk ke dalam mesin.

Namun, situasi menjadi jauh lebih berisiko ketika ketinggian air sudah menyentuh area converter atau komponen transmisi.

Pada kondisi ini, potensi air masuk ke sistem transmisi meningkat dan dapat menyebabkan kerusakan serius.

“Kalau air sudah setinggi converter, itu sudah bahaya. Bukan cuma mobil matik, mobil manual juga berisiko,” kata Freddy.

Ia menambahkan, selain faktor ketinggian air, desain kendaraan juga berperan besar.

Beberapa mobil memiliki penempatan komponen elektrikal transmisi yang relatif rendah, sehingga lebih rentan terkena air meski ground clearance kendaraan terbilang tinggi.

Risiko Kerusakan Transmisi Akibat Air

Freddy juga mengingatkan bahwa kerusakan transmisi akibat air tidak selalu berasal dari banjir.

Kasus air masuk ke sistem transmisi bisa terjadi akibat kebiasaan mencuci ruang mesin secara berlebihan, terutama jika tutup oli transmisi tidak terpasang dengan benar.

“Pernah ada kasus mobil matik bunyi, ternyata air masuk karena tutup oli transmisi tidak ada, kemungkinan habis cuci engine bay,” ujarnya.

Pencegahan Risiko Kerusakan Transmisi

Untuk mencegah risiko yang lebih besar, Freddy menyarankan pemilik mobil matik, khususnya yang menggunakan CVT, untuk rutin memeriksa kondisi cooler transmisi.

Komponen ini memiliki potensi bocor yang sering kali tidak disadari pemilik kendaraan.

“Kalau perlu, coolernya bisa diganti atau di-upgrade dengan dudukan yang lebih baik. Banyak orang tidak tahu kalau bagian itu juga bisa jadi sumber masalah,” kata Freddy.

Dengan memahami batas aman dan titik-titik rawan tersebut, pengemudi diharapkan tidak gegabah saat menghadapi genangan banjir.

Jika ketinggian air sudah melampaui batas aman, pilihan paling bijak tetap menunda perjalanan demi menghindari risiko kerusakan yang biayanya tidak sedikit.

Posting Komentar untuk "Batas aman mobil matik lewati banjir"