Atasi motor brebet: panduan lengkap

JAKARTA, menggapaiasa.comMotor yang terasa brebet atau tersendat saat digas kerap membuat pengendara khawatir, terutama jika gejalanya muncul tiba-tiba.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pembakaran, suplai bahan bakar, atau komponen pendukung lainnya, baik pada motor karburator maupun injeksi.
Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst di PT Wahana Makmur Sejati, penyebab motor brebet cukup beragam dan tidak bisa disamaratakan.
“Umumnya, brebet bisa dipicu oleh kualitas bahan bakar yang buruk, filter udara atau filter bensin yang kotor, hingga masalah pada busi yang membuat pembakaran tidak sempurna,” ujarnya kepada menggapaiasa.com, Senin (29/12/2025).
Wahyu menjelaskan, pada motor karburator, gejala brebet lebih sering terjadi karena sistem ini sangat bergantung pada setelan mekanis dan kebersihan saluran bahan bakar.
Karburator yang kotor, setelan angin dan bensin yang tidak tepat, atau pelampung yang bermasalah bisa membuat suplai bahan bakar tidak stabil, sehingga tarikan motor terasa tersendat.
Sementara pada motor injeksi, brebet umumnya berkaitan dengan komponen injektor atau sensor.
Injektor yang kotor dapat mengganggu pola semprotan bahan bakar, sedangkan sensor yang bermasalah bisa membuat campuran udara dan bensin tidak sesuai kebutuhan mesin.
Meski lebih modern, motor injeksi tetap berpotensi brebet jika perawatannya kurang optimal.
Faktor lain yang juga sering luput diperhatikan adalah masuknya air ke dalam tangki bahan bakar.
Air dapat bercampur dengan bensin dan mengganggu proses pembakaran, sehingga mesin terasa pincang atau brebet, terutama saat putaran mesin rendah hingga menengah.
Selain itu, setelan klep yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan juga dapat memicu gejala serupa.
Celah klep yang terlalu rapat atau terlalu renggang akan memengaruhi masuk dan keluarnya udara serta gas buang, sehingga performa mesin menurun dan tarikan terasa tidak halus.
Pada motor matik, brebet tidak selalu bersumber dari mesin.
Wahyu menyebutkan bahwa kampas kopling CVT yang sudah haus bisa menimbulkan gejala seperti brebet saat awal akselerasi.
Kondisi ini sering disalahartikan sebagai masalah mesin, padahal sumbernya ada di sistem transmisi.
“Karena penyebabnya banyak, langkah paling aman adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh, bukan hanya fokus pada satu komponen,” kata Wahyu.
Ia juga menyarankan pemilik motor untuk rutin melakukan servis berkala agar potensi brebet bisa dicegah sejak dini.
Dengan perawatan yang tepat dan penggunaan bahan bakar sesuai rekomendasi, gejala brebet pada motor sebenarnya bisa diminimalkan.
Jika motor mulai menunjukkan tarikan tidak normal, sebaiknya segera diperiksa agar kerusakan tidak merembet ke komponen lain.
Posting Komentar untuk "Atasi motor brebet: panduan lengkap"
Posting Komentar