Antisipasi dampak cuaca ekstrem di Lembang, Tangkal Pinus Cikole masifkan gerakan tanam pohon dan embung
KORAN - PIKIRAN RAKYAT - Upaya mitigasi bencana di kawasan wisata alam wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terus digencarkan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, khususnya menjelang puncak musim hujan dan libur panjang akhir tahun. Langkah konkret dilakukan pengelola wisata Tangkal Pinus Cikole melalui gerakan penanaman pohon berkelanjutan serta penataan sistem resapan air.
Kegiatan pelestarian lingkungan ini melibatkan sinergi antara pengelola kawasan, warga sekitar, Perhutani, serta Lembaga Masyarakat Hutan Desa (LMDH) Jayagiri. Selain untuk memperbaiki tutupan vegetasi hutan, program ini difokuskan untuk memperkuat fungsi kawasan Cikole sebagai daerah tangkapan air (catchment area) di wilayah hulu Bandung Utara.
Pengelola kawasan wisata Tangkal Pinus, Astrid Rijker menuturkan, penanaman pohon di area wisata tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan agenda rutin tahunan yang dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai kondisi lapangan.
"Penanaman kami lakukan secara berkelanjutan. Pada tahap pertama, kami sudah menanam 50 pohon, kemudian dilanjutkan tahap kedua sebanyak 30 pohon. Rencananya, dalam satu minggu ke depan akan dilakukan penanaman kembali sekitar 25 pohon," ujar Astrid di sela-sela kegiatan penanaman pohon di Cikole, Lembang, Rabu 17 Desember 2025.
Astrid mengungkapkan, perawatan kawasan hutan menjadi prioritas operasional. Dalam satu bulan, setidaknya terdapat 10 pohon baru yang ditanam. Hal ini juga dilakukan sebagai langkah peremajaan untuk mengganti pohon-pohon tua yang lapuk atau tumbang akibat faktor cuaca.
"Kami lakukan pemantauan dan perawatan secara berkala. Jika ditemukan pohon yang kondisinya sudah tidak layak, baik karena usia maupun faktor alam, langsung kami ganti dengan tanaman baru agar kerapatan vegetasi tetap terjaga," katanya.
Adapun jenis tanaman yang dipilih dalam gerakan ini didominasi oleh pohon damar dan pinus. Kedua jenis pohon ini dinilai memiliki karakteristik yang sesuai dengan iklim dan struktur tanah di kawasan Cikole, sehingga diharapkan mampu mengikat tanah dan mencegah erosi.
"Pemilihan jenis pohon damar dan pinus ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan agar tetap berfungsi dengan baik sebagai penyangga kehidupan," ucap Astrid.
Tak hanya fokus pada vegetasi, pengelola kawasan juga menerapkan rekayasa teknis untuk mitigasi banjir limpasan. Upaya tersebut meliputi pembangunan embung (kolam retensi), pembuatan lubang biopori, serta penataan area resapan. Keberadaan embung dinilai vital untuk menahan dan mengatur debit air hujan agar tidak langsung meluncur deras ke permukiman warga yang berada di dataran lebih rendah.
Astrid menambahkan, inisiatif ini selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah gencar mendorong gerakan tanam pohon.
"Kami berharap pohon-pohon yang ditanam ini dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi kelestarian lingkungan wisata, tetapi juga keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar," katanya.***
Posting Komentar untuk "Antisipasi dampak cuaca ekstrem di Lembang, Tangkal Pinus Cikole masifkan gerakan tanam pohon dan embung"
Posting Komentar