3 wisata menarik di kaki Gunung Slamet: Baturraden hingga Guci yang baru diterjang banjir
RUBRIK DEPOK – Gunung Slamet, puncak tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.428 mdpl, bukan hanya magnet bagi pendaki, tapi juga surga wisata di lerengnya. Kawasan kaki gunung ini tawarkan udara sejuk, pemandangan hijau asri, dan beragam atraksi—from taman bunga hingga air panas alami. Tapi, akhir 2025 ini, cuaca ekstrem bawa tantangan: banjir bandang sapu kawasan Guci di Tegal pada 20 Desember, tutup sementara fasilitas utama. Meski begitu, destinasi lain seperti Baturraden tetap aman dan ramai dikunjungi. Ini tiga spot utama yang wajib masuk list liburan Anda, dengan update kondisi terbaru.
Baturraden Banyumas: Primadona Lereng Selatan yang Tetap Aman
Baturraden di lereng selatan Gunung Slamet, Banyumas, tetap jadi favorit utama wisatawan dari Jakarta hingga Semarang. Lokawisata ini tawarkan paket lengkap: taman bunga warna-warni, hutan pinus Limpakuwus yang sejuk, jembatan kaca memacu adrenalin, hingga curug indah seperti Jenggala. Udara dingin pegunungan, kabut tipis, dan view Gunung Slamet bikin tempat ini ideal buat healing keluarga atau foto-foto estetik.
Fasilitas lengkap: wahana anak, resto Sunda, hingga camping ground. Pengelola tekankan kewaspadaan tinggi—larang berenang di sungai saat mendung, hindari banjir kiriman. Hingga akhir 2025, Baturraden relatif aman dari bencana besar, meski cuaca ekstrem jadi perhatian. Akses mudah dari Purwokerto, cocok one day trip atau staycation.
Banyak pengunjung bilang, Baturraden seperti “Bandung mini”—sejuk, hijau, dan ramah kantong. Saat libur Nataru, ramai tapi tertib berkat manajemen baik.
Guci Tegal: Healing Air Panas yang Baru Diterjang Banjir Bandang
Guci di lereng utara, Tegal, terkenal dengan pemandian air panas alami tanpa bau belerang kuat—sensasi berendam hangat sambil nikmati view pegunungan. Pancuran 13 dan 7 jadi ikon, lengkap glamping mewah, jembatan kaca, dan resort nyaman. Tempat ini favorit healing: airnya dipercaya obati pegal dan kulit.
Tapi, 20 Desember 2025, banjir bandang dari Sungai Gung sapu kawasan: kolam Pancuran 13 rusak parah, pipa hanyut, area tertutup lumpur. BNPB konfirmasi tak ada korban jiwa, tapi ditutup sementara untuk pembersihan dan keselamatan. Jalur menuju Guci sering licin saat hujan—pengunjung disarankan kendaraan prima.
Meski terdampak, Guci tetap punya pesona: saat normal, suasana tenang, air hangat terapeutik, dan spot foto romantis. Pengelola optimis buka lagi segera setelah aman.
Curug Jenggala dan Sekitarnya: Petualangan Alam di Baturaden
Di kawasan Baturraden, Curug Jenggala jadi hidden gem—air terjun indah dengan kolam alami, dikelilingi hutan hijau. Akses trekking ringan, cocok buat yang suka adventure tapi tak terlalu ekstrem. View Gunung Slamet dari sini memukau, terutama pagi hari dengan kabut tipis.
Ini bagian dari ekosistem Baturraden: kombinasikan dengan hutan pinus atau kebun raya. Saat ini aman, tapi tetap waspada cuaca—jangan dekati sungai saat hujan deras.
Curug Jenggala beri pengalaman alam autentik: suara air jatuh, udara segar, dan foto dramatis. Cocok tambahan itinerary Baturraden.
Libur Nataru ini, kaki Gunung Slamet tetap tawarkan keindahan—tapi ingat cuaca ekstrem. Cek update sebelum berangkat, prioritas keselamatan. Baturraden aman, Guci sementara tutup pasca banjir—tapi saat buka lagi, pasti makin menarik. Slamet memanggil dengan pesonanya yang abadi.
Posting Komentar untuk "3 wisata menarik di kaki Gunung Slamet: Baturraden hingga Guci yang baru diterjang banjir"
Posting Komentar