Featured Post

Pertamina Perpanjang Posko Pengaduan Kendaraan Brebet di Jatim Sampai 10 November

menggapaiasa.com, SURABAYA – Posko pengaduan kendaraan bermotor tersendat atau brebet yang terdapat di Provinsi Jawa Timur oleh Pertamina akan diperpanjang masa aktifnya hingga seminggu mendatang, sembari melihat perkembangan laporan dari masyarakat.

Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan bahwa kebijakan tersebut ditempuh pihaknya dengan mempertimbangkan aduan para konsumen di Jawa Timur, yang melaporkan kondisi kendaraan mereka yang bermasalah diduga usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

"Jadi sementara kami akan memperpanjang posko aduan sampai tanggal 10 November mendatang," ucap Ahad, Senin (3/10/2025).

Sejak dibukanya posko aduan pada Selasa (28/10/2025) silam, Pertamina Patra Niaga telah menampung ratusan laporan kendaraan yang brebet di seluruh area Jawa Timur. Wilayah yang paling banyak tercatat melaporkan kendaraan brebet terdapat di Kabupaten Bojonegoro.

"Mayoritas masih didominasi sepeda motor, tapi ada juga laporan dua mobil yang brebet di Surabaya dan Kediri," tambahnya.

Ahad melanjutkan, rata-rata jenis aduan kendaraan bermotor yang brebet, khususnya sepeda motor, yang diterima pihaknya mayoritas selaras. Salah satunya tarikan gas sepeda motor yang tersendat dan tidak lancar.

Usai laporan tersebut masuk, Ahad mengaku bahwa pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan kalkulasi mengenai pemberian ganti rugi, juga menimbang hasil uji lab sampel BBM, dan perkiraan estimasi masing-masing kasus di tiap-tiap SPBU.

"Jadi nanti untuk pemberian kompensasi akan menunggu hasil uji lab sampel BBM dan perkiraan estimasi masing-masing kasus per SPBU," bebernya.

Sebagai langkah preventif, Ahad pun mengimbau kepada segenap masyarakat dan konsumen untuk senantiasa meminta dan menyimpan bukti pembelian BBM atau perbaikan di bengkel, agar nantinya dapat dilaporkan ke masing-masing SPBU bila terdapat kendala yang dialami usai mengisi BBM.

Sejak fenomena kendaraan brebet yang diduga terjadi usai mengisi BBM jenis Pertalite, Ahad menyebut penjualan Pertamax belum mengalami kenaikan yang signifikan. Bahkan, penjualan Pertalite juga belum mengalami penurunan.

"Tapi kalau di SPBU pusat kota, mungkin sudah ada kenaikan [pembelian BBM Pertamax] itu. Hanya belum besar," pungkas Ahad.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap isu tercampurnya bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, yang disebut berdampak terhadap kendaraan bermotor masyarakat di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur. 

"Terkait isu kontaminasi air di BBM Pertalite yang disalurkan di SPBU, kami dari Pertamina Patra Niaga tentunya all out, dan memberikan atensi serius agar hal ini jangan sampai menimpa menimbulkan keresahan. Apalagi menimbulkan kerugian kepada masyarakat," tegas Ega saat konferensi pers di SPBU Jemursari, Surabaya, Jumat (31/10/2025).

Komentar