Kampanyekan Budaya dan Alam Tapteng di Kompetisi Film Pendek Dunia

menggapaiasa.com, TAPTENG -Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.
Setelah sukses menembus tahap awal International Pen Pal Competition yang diselenggarakan Sekolah Menengah Kebangsaan Mahang 09700 Karangan Kedah Darul Aman, Malaysia, kini tim siswa MAN 2 Tapteng bersiap menghadapi tantangan berikutnya pembuatan mini documentary.
Kompetisi yang semula berbasis surat menyurat lintas negara itu kini berkembang menjadi ajang kolaborasi visual bertema ‘Decent Work and Economic Growth’ atau Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, Muhammad Lufti Siambaton, mengatakan, partisipasi siswanya di ajang ini berawal dari keinginan memperluas wawasan dan melatih kemampuan bahasa Inggris secara praktis.
“Pada tahap penulisan surat, para siswa menulis narasi yang kaya akan budaya lokal, pengalaman pribadi, dan harapan masa depan. Surat-surat itu menjadi jembatan komunikasi antarbudaya, sekaligus cerminan potensi literasi dan ekspresi diri yang tinggi dari anak-anak madrasah,” ujarnya.
Lufti menambahkan, kini fokus beralih ke pembuatan mini documentary yang menuntut kreativitas lintas disiplin mulai dari riset, penulisan naskah, hingga kemampuan teknis videografi dan editing.
Guru pembimbing Bahasa Inggris, Chotni Rizkiah Gultom, menjelaskan bahwa tim siswa MAN 2 Tapteng sedang menggarap sembilan topik film pendek yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat, keindahan alam pesisir, serta kekayaan budaya lokal Tapanuli Tengah.
“Kami ingin dunia melihat bagaimana keindahan Tapanuli Tengah dan semangat masyarakatnya dalam bekerja keras. Anak-anak mengemasnya dengan sudut pandang yang jujur dan kreatif,” ujarnya bangga.
Proses pembuatan dokumenter ini juga menjadi ajang belajar bagi para siswa untuk bekerja dalam tim, mengatur waktu, dan memahami bagaimana ide bisa diterjemahkan ke dalam bentuk visual yang menarik.
Kepala madrasah menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang pembentukan karakter.
“Dari menulis surat yang melatih empati dan imajinasi, hingga membuat dokumenter yang mengasah kreativitas dan kerja tim. Ini pengalaman berharga yang akan membentuk generasi madrasah yang berwawasan global,” katanya.
Dengan semangat dan bimbingan penuh dari para guru, tim MAN 2 Tapanuli Tengah optimistis mampu menghadirkan karya dokumenter yang memukau dan membawa nama baik Indonesia di kancah dunia.
Transisi dari pena ke kamera ini menjadi simbol evolusi pendidikan di madrasah dari literasi konvensional menuju ekspresi digital membuktikan bahwa siswa madrasah juga mampu berinovasi dan bersaing di level internasional.
Posting Komentar untuk "Kampanyekan Budaya dan Alam Tapteng di Kompetisi Film Pendek Dunia"
Posting Komentar