Javier Bardem Tegaskan Boikot Film Israel Ditujukan pada Institusi, Bukan Individu

menggapaiasa.com–Aktor peraih Oscar Javier Bardem menegaskan posisinya terkait dukungannya terhadap gerakan Film Workers for Palestine, yang menyerukan boikot terhadap institusi perfilman Israel di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.

Dalam wawancaranya bersama CNN, Bardem menegaskan, gerakan tersebut tidak menargetkan individu, melainkan menuntut pertanggungjawaban institusi dan perusahaan yang diduga terlibat dalam praktik yang mendukung pelanggaran kemanusiaan.

“Kami tidak mendiskriminasi siapa pun berdasarkan kebangsaan, ras, agama, atau gender. Kami menolak segala bentuk diskriminasi,” ujar Bardem.

“Kami mendukung pertanggungjawaban perusahaan dan institusi di seluruh dunia—bukan individu—atas keterlibatan mereka dalam genosida rakyat Palestina di Gaza dan pemukiman ilegal di Tepi Barat.”

Tegaskan Sikap Kemanusiaan

Pernyataan tersebut datang setelah Bardem menandatangani ikrar Film Workers for Palestine bersama sejumlah aktor ternama seperti Olivia Colman, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, dan Ayo Edebiri.

Mereka berkomitmen untuk tidak bekerja sama dengan institusi perfilman Israel sampai ada perubahan nyata dalam situasi kemanusiaan di Palestina.

Bardem sebelumnya juga menyinggung isu serupa dalam ajang Emmy bulan lalu. Ia menekankan bahwa tujuan gerakan ini bukan untuk menyerang siapa pun berdasarkan identitas, melainkan untuk menyoroti praktik whitewashing dan dukungan terhadap kebijakan yang dianggap “apartheid”.

“Targetnya adalah perusahaan dan institusi film yang terlibat dan membenarkan genosida. Saya tidak bisa bekerja dengan seseorang yang mendukung genosida—sesederhana itu,” tegasnya.

Respons dan Kontroversi

Pernyataan Bardem muncul di tengah meningkatnya ketegangan di industri hiburan internasional.

Beberapa studio besar seperti Netflix, Disney, dan Amazon menerima surat peringatan dari organisasi Pengacara Inggris untuk Israel yang menilai bahwa gerakan boikot tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Kesetaraan Inggris.

“Jika industri film dan televisi Inggris berkolusi dengan tindakan yang bertentangan dengan undang-undang ini, mereka bisa dianggap melanggarnya,” tulis organisasi tersebut dalam surat yang dikutip Variety.

Kontroversi ini juga berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang lebih luas. Awal Oktober, gencatan senjata baru diberlakukan dengan pembebasan 20 sandera Israel sebagai imbalan atas ratusan tahanan Palestina.

Sementara itu, Kontes Lagu Eurovision menunda pemungutan suara mengenai partisipasi Israel pada edisi tahun depan.

Sejumlah negara Eropa, termasuk Spanyol, Irlandia, Belanda, dan Slovenia, telah menyatakan akan memboikot Eurovision jika Israel tetap diizinkan tampil.

Posting Komentar untuk "Javier Bardem Tegaskan Boikot Film Israel Ditujukan pada Institusi, Bukan Individu"