Hamas Serahkan Jenazah Sandera ke Israel di Tengah Gencatan Senjata

menggapaiasa.com, JAKARTA — Hamas menyerahkan sejumlah jenazah sandera Israel yang menandai sedikit kemajuan dalam implementasi kesepakatan gencatan senjata di Gaza pada Selasa (14/10/2025) waktu setempat.

Dikutip melalui Reuters, langkah itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melakukan serangan militer terhadap kelompok tersebut jika mereka tidak melucuti senjata. 

Militer Israel menyatakan menerima empat peti jenazah dari Palang Merah di titik pertemuan di Gaza utara, yang kemudian dibawa ke Israel untuk proses identifikasi forensik. Hamas mengonfirmasi bahwa penyerahan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang dua tahun antara Israel dan kelompok bersenjata itu.

“Proses penyerahan jenazah terus berlangsung sesuai dengan yang telah disepakati untuk mengakhiri perang di Gaza,” ujar juru bicara Hamas di Gaza, Hazem Qassem, melalui media sosial.

Tak lama setelah serah terima itu, pemerintah Israel mengumumkan akan mengurangi separuh jumlah truk bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza, sebagai hukuman atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran Hamas terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Sebelumnya, Israel menuduh Hamas gagal menyerahkan seluruh 28 jenazah sandera sebagaimana disepakati. Hingga kini, delapan jenazah telah diserahkan, sementara 19 lainnya masih dinyatakan hilang di Gaza.

Langkah pembatasan bantuan itu menimbulkan kekhawatiran baru, terutama di tengah krisis pangan parah yang telah menimpa lebih dari setengah juta warga Palestina di wilayah tersebut. Israel sebelumnya menyetujui masuknya sekitar 600 truk bantuan per hari selama masa gencatan senjata, namun jumlah itu kini dipangkas separuhnya. 

Ketegangan juga meningkat setelah Presiden Trump, dalam pernyataannya di Gedung Putih, memperingatkan Hamas agar segera melucuti senjata.

“Jika mereka tidak melucuti senjata, kami akan melucuti mereka. Dan itu akan terjadi cepat, mungkin dengan kekerasan,” ujar Trump, sehari setelah pidatonya di Knesset, parlemen Israel.

Trump sebelumnya menyebut kesepakatan pertukaran sandera dan tahanan sebagai fajar baru bersejarah bagi Timur Tengah. Dalam kesepakatan itu, 20 sandera Israel yang masih hidup ditukar dengan hampir 2.000 tahanan Palestina.

Namun, isu terkait pemulangan jenazah sandera yang tewas masih menjadi kendala utama yang menghambat pelaksanaan penuh dari kesepakatan gencatan senjata tersebut.

 

Hamas Kembali Kuasai Gaza

Sementara itu, pascapenarikan sebagian pasukan Israel pekan lalu, Hamas mulai kembali menunjukkan kehadirannya di jalan-jalan Gaza. Ratusan pasukan keamanan dikerahkan untuk mengatur lalu lintas bantuan dan menegakkan ketertiban, termasuk dengan mengeksekusi sejumlah orang yang dituduh berkolaborasi dengan Israel. 

Sebuah video yang beredar menunjukkan tujuh pria dieksekusi di lapangan kota Gaza oleh pejuang Hamas, disaksikan puluhan warga. Sumber internal Hamas mengonfirmasi bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (13/10/2025). 

Menurut pejabat keamanan Palestina, puluhan orang telah tewas dalam bentrokan antara kelompok Hamas dan faksi-faksi saingannya dalam beberapa hari terakhir.

Meskipun gencatan senjata telah menghentikan pertempuran besar, tetapi serangan udara sporadis masih terjadi. Militer Israel melaporkan enam warga Palestina tewas pada Selasa pagi akibat serangan drone dan tembakan artileri di wilayah timur Gaza City dan dekat Khan Younis.

Hamas menuduh Israel melanggar gencatan senjata, sementara pihak militer Israel menyatakan serangan itu dilakukan terhadap individu yang “melintasi garis gencatan” dan mendekati pasukan setelah diberi peringatan. 

Sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 67.000 orang telah tewas, sementara ribuan lainnya masih hilang di bawah reruntuhan bangunan.

Posting Komentar untuk "Hamas Serahkan Jenazah Sandera ke Israel di Tengah Gencatan Senjata"