Tak Berhenti di Qatar dan Yaman, Israel Lagi-Lagi Serang Lebanon

menggapaiasa.com.CO.ID, BEIRUT -- Tak berhenti pada serangan di Qatar dan Yaman, Israel kini kembali melanggar kedaulatan negara lain dengan menyerang Lebanon. Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam mengecam serangan udara yang dilakukan Israel ke tiga kota di selatan Lebanon.
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency, melaporkan pada Kamis bahwa tentara Israel melancarkan beberapa serangan di kota padat penduduk Meiss el-Jabal, Kfar Tebnit, dan Debbin, hanya satu jam setelah mengumumkan rencana untuk menargetkan infrastruktur Hizbullah.
Salam menuduh Israel melakukan intimidasi dan agresi yang bertentangan dengan perjanjian gencatan senjata tahun lalu dan mekanisme pemantauan yang didukung secara internasional.
“Lebanon menyerukan kepada komunitas internasional, terutama negara-negara sponsor perjanjian untuk menghentikan operasi permusuhan, agar memberikan tekanan maksimal kepada Israel untuk segera menghentikan agresinya,” kata Salam dalam sebuah unggahan di media sosial.
Prancis dan Amerika Serikat merupakan sponsor utama perjanjian tersebut.
Sebelumnya, militer Israel telah mengumumkan rencana serangan terhadap infrastruktur militer Hizbullah dan menyerukan warga untuk mengosongkan bangunan yang ditandai merah pada peta terlampir.
Juru bicara Avichay Adraee mengatakan bahwa serangan dilakukan sebagai respons terhadap upaya terlarang Hizbullah untuk membangun kembali aktivitasnya di kawasan tersebut.
Melaporkan dari ibu kota Lebanon, Beirut, jurnalis AlJazirah, Zeina Khodr, mengatakan peringatan tentara Israel telah memicu evakuasi massal.“Kami melihat orang-orang mengemas apa pun yang mereka bisa dan menuju ke daerah yang lebih aman,” katanya.
Ia menambahkan bahwa serangan itu terjadi “sekitar satu jam” setelah perintah evakuasi.
Hizbullah Melemah
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, Hizbullah dan pasukan Israel saling baku tembak hampir setiap hari di sepanjang perbatasan Lebanon.
Meski gencatan senjata berhasil dinegosiasikan pada November 2024, Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon selatan hampir setiap hari. “Mereka menargetkan kendaraan, sepeda motor. Mereka menargetkan apa yang mereka sebut anggota dan aset Hizbullah,” kata Khodr dari Al Jazeera.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hizbullah seharusnya dilucuti senjatanya dan pindah ke utara Sungai Litani, sementara Israel seharusnya sepenuhnya menarik diri dari wilayah Lebanon.
Namun hingga kini, Israel masih menduduki sedikitnya lima titik di Lebanon selatan.
Sementara itu, Lebanon mendapat tekanan, terutama dari Amerika Serikat, untuk melucuti senjata Hizbullah sebelum akhir tahun ini.
Persenjataan kelompok itu telah lama menjadi isu sensitif di Lebanon, dengan upaya untuk melemahkan kemampuan militernya sering memicu konflik internal.
Namun, Hizbullah telah mengalami kerugian besar sejak tahun lalu, termasuk kehilangan pemimpin lama Hassan Nasrallah yang tewas akibat serangan udara Israel di pinggiran Beirut hampir tepat setahun lalu.
Serangan pada Kamis terjadi tak lama setelah Hizbullah memperingati satu tahun serangan Israel yang disebut “pager attack” terhadap anggotanya, yang menewaskan dan melukai sedikitnya belasan orang serta melukai lebih dari 3.000 lainnya.
Ketentuan gencatan senjata yang disebut Salam dalam unggahannya pada Kamis itu merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang ditetapkan akhir perang 2006 untuk menghentikan permusuhan antara Israel dan Hizbullah.
Posting Komentar untuk "Tak Berhenti di Qatar dan Yaman, Israel Lagi-Lagi Serang Lebanon"
Posting Komentar