Operasi Gideon’s Chariots II: Militer 'Israel' Siapkan Serangan Penentu di Gaza dengan Ribuan Tentara Cadangan

Warta Bulukumba - Langit Gaza City memantulkan cahaya merah, terbakar oleh ledakan yang tak pernah benar-benar reda. Bau mesiu bercampur debu beton memenuhi paru-paru, seakan udara sendiri berubah menjadi senjata. Jendela-jendela pecah setiap kali artileri ‘Israel’ meledak, meninggalkan gema panjang.
Konvoi tank ‘Israel’ berjajar seperti monster baja, ribuan reservis telah melapor, dipanggil kembali untuk perang panjang, dijanjikan sebagai bagian dari “kemenangan mutlak” di Gaza
Mengutip laporan BBC, Militer ‘Israel’ mengumumkan ribuan tentara cadangan mulai berdatangan sejak Selasa, 2 September 2025. Mereka adalah bagian dari sekitar 60.000 pasukan yang dipanggil dalam “Operation Gideon’s Chariots II”.
Tak hanya itu, 20.000 cadangan yang sudah berbulan-bulan bertugas juga diperintahkan memperpanjang masa dinasnya.
Namun, laporan media ‘Israel’ menyebutkan ada unit yang tak lagi penuh. Beberapa reservis meminta pengecualian, alasan mereka sederhana: keluarga yang ditinggalkan, pekerjaan yang hilang, atau kelelahan setelah hampir dua tahun perang tanpa akhir.
Meski begitu, mobilisasi tetap berjalan. Ribuan orang akan ditempatkan di Tepi Barat dan perbatasan utara, memberi ruang bagi pasukan aktif menyerbu jantung Gaza City.
Gaza yang terkepung
Sementara itu, di dalam kota, dentuman tak henti menandai hari-hari panjang. Rumah sakit melaporkan lebih dari 50 warga tewas sejak tengah malam, termasuk anak-anak. Koridor rumah sakit penuh dengan tubuh berlumur debu, keluarga yang menangis, dan petugas medis yang bekerja hingga hampir roboh.
PBB memperkirakan hampir satu juta orang masih terjebak di Gaza City. Meski militer ‘Israel’ berulang kali memerintahkan warga mengungsi ke selatan, jalanan menuju perbatasan dipenuhi reruntuhan dan bahaya.
“Dampak ofensif penuh akan lebih dari sekadar bencana,” kata pejabat kemanusiaan PBB, dikutip Al Jazeera.
Dalam dua pekan terakhir, hanya 20.000 orang yang berhasil keluar—sebuah angka kecil dibanding lautan manusia yang tertinggal.
Gaza kini menghadapi dua wajah kematian: bom yang datang dari langit dan kelaparan yang merayap di bumi. Kementerian Kesehatan mencatat, 13 orang meninggal dalam 24 jam terakhir akibat malnutrisi, tiga di antaranya anak-anak. Sejak perang dimulai, lebih dari 63.000 nyawa melayang, sementara lebih dari 160.000 luka-luka.
Di Tel Aviv, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengulang janji: mengalahkan Hamas dan membebaskan semua sandera. Saat ini, kelompok itu masih menahan 48 orang, dengan 20 diyakini hidup.
Kata-katanya bergema di ruang kabinet, namun di Gaza, yang terdengar hanya dentuman bom.
Dunia pun bereaksi. Belgia mengumumkan akan mengakui negara Palestina pada sidang Majelis Umum PBB bulan ini, sekaligus menjatuhkan sanksi pada ‘Israel’.
Keputusan itu menandai semakin menipisnya kesabaran internasional terhadap perang yang tampaknya tak mengenal ujung.
Di sepanjang perbatasan, tank ‘Israel’ menunggu perintah, senyap namun menakutkan. Di Gaza, keluarga berdesakan di kamp-kamp pengungsiaan, menghitung waktu antara dentuman. Kota yang dulu ramai kini berubah menjadi labirin reruntuhan, tempat mimpi hancur bersamaan dengan beton yang runtuh.***
Posting Komentar untuk "Operasi Gideon’s Chariots II: Militer 'Israel' Siapkan Serangan Penentu di Gaza dengan Ribuan Tentara Cadangan"
Posting Komentar