Mati Sajroning Urip, Ajaran Jawa Tundukkan Ego, Temukan Ketenangan
menggapaiasa.com.CO – Pemerhati budaya Malang, KRA Dwi Indrotito Cahyono Adiningrat, ajak masyarakat kembali renungkan ajaran luhur filsafat Jawa, salah satunya Mati Sajroning Urip (mati dalam hidup) serta Weruh Tulisan Tanpa Papan lan Suworo Tanpa Rupo.
Menurutnya, kedua ajaran ini mengandung pesan moral mendalam agar manusia mampu menundukkan ego duniawi dan meraih ketenangan batin.
Dwi Indrotito menjelaskan, Mati Sajroning Urip adalah ajaran yang mengajarkan manusia untuk mengendalikan nafsu, ego, serta keinginan duniawi.
Dalam pandangan filsafat Jawa, langkah tersebut merupakan jalan menuju kesadaran spiritual lebih tinggi.
"Dengan mematikan ego, seseorang dapat mencapai ketenangan dan kebahagiaan sejati. Bukan kebahagiaan yang didasarkan pada hal-hal duniawi seperti makanan, tidur, atau kesenangan semata," ungkap pria yang juga Ketua AAI Malang Raya ini, pada Senin (15/9/2025).
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya memahami makna frasa Weruh Tulisan Tanpa Papan lan Suworo Tanpa Rupo. Bagi Dwi, ungkapan itu adalah konsekuensi dari praktik “mati dalam hidup”.
"Tulisan tanpa papan berarti bisa membaca atau memahami sesuatu tanpa media fisik. Sementara suara tanpa rupa adalah kemampuan mendengar dan menangkap makna tanpa perantara wujud fisik. Keduanya menggambarkan pencapaian spiritual di mana seseorang bisa memahami kebenaran batin, bukan sekadar pengetahuan lahiriah," jelasnya.
Dalam konteks kehidupan modern yang serba materialistis, ajaran ini penting sebagai pegangan moral agar manusia tak terjebak pada keserakahan.
Ia menyebut, masyarakat perlu belajar “mati selagi hidup” sebagai latihan mengendalikan diri.
"Manusia juga harus belajar mati selagi hidup, supoyo weruh tulisan tanpo papan lan suworo tanpo rupo. Artinya bisa melihat kebenaran tanpa media lahiriah dan mendengar makna tanpa suara fisik. Jangan sampai terbalik memahami makna ini," pungkasnya.
Ajaran Mati Sajroning Urip dan Weruh Tulisan Tanpa Papan lan Suworo Tanpa Rupo yang disampaikan Dwi Indrotito merupakan ajakan untuk menundukkan ego, menyeimbangkan lahir dan batin, serta mencari kebenaran sejati. (mul)***
Posting Komentar untuk "Mati Sajroning Urip, Ajaran Jawa Tundukkan Ego, Temukan Ketenangan"
Posting Komentar