Gaza Membara: Hamas Menantang Operasi 'Kereta Gideon 2' dengan 'Tongkat Musa'

Warta Bulukumba - Asap hitam terus menutup langit Gaza, menyisakan bau mesiu, rumah-rumah rata dengan tanah, tenda pengungsian hancur, dan jalan-jalan dipenuhi debu. Di balik ledakan yang silih berganti, muncul klaim dari Brigade Al-Qassam: mereka meluncurkan operasi balasan bernama “Tongkat Musa.”
Seorang sumber senior Al-Qassam kepada Al Jazeera menyebut operasi itu sebagai respons terhadap ofensif 'Israel' bertajuk “Kereta Perang Gideon 2.”
“Musuh telah melihat secara langsung kesiapan Mujahidin kita, dan ini hanyalah setetes air di lautan apa yang menantinya di kota Gaza,” ujar sumber tersebut.
Sumber yang sama menegaskan, seperti halnya operasi “Batu-Batu Daud” yang pernah menggagalkan strategi lawan, kali ini “Tongkat Musa” disebut akan menghadirkan “mukjizat.”
Korban sipil terus bertambah
Di sisi lain, otoritas kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 64 warga Gaza tewas akibat serangan udara 'Israel' pada Selasa. Serangan menyasar kawasan permukiman hingga titik distribusi bantuan kemanusiaan.
Sumber medis kepada Anadolu menyebut, lima orang termasuk seorang perempuan hamil dan bayinya yang belum lahir tewas setelah helikopter 'Israel' menghantam sebuah bangunan di Gaza bagian barat.
“Sebuah rumah lain dihantam oleh helikopter tentara di pusat Kota Gaza, yang mengakibatkan kematian tiga orang,” tambah mereka.
Serangan juga menyasar tenda pengungsi di sekitar Rumah Sakit Spesialis Ranteesi di lingkungan Nasr, menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil.
400 prajurit 'Israel' menolak perang
Di tengah intensitas serangan, muncul penolakan dari kelompok bernama "Prajurit bagi Sandera". Sedikitnya 400 prajurit 'Israel' menolak diperintahkan bertempur di Gaza.
Max Kresch, salah satu anggotanya, menilai perintah itu justru membahayakan nyawa para sandera.
“Memperpanjang perang berarti membahayakan nyawa para sandera Israel. Melanjutkan serangan di Gaza adalah pengkhianatan terhadap para sandera dan rakyat,” ujarnya kepada media.
Namun, penolakan perintah dinas dalam kondisi perang bisa berujung pada pidana penjara bagi para prajurit anti-perang tersebut.
Hingga Rabu, 3 September 2025, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan 16 orang tewas dalam serangan terbaru dan enam lainnya meninggal akibat kelaparan.
Tentara 'Israel' juga dilaporkan meledakkan rumah-rumah di lingkungan Sheikh Radwan menggunakan robot jebakan, sebagai bagian dari rencana pendudukan Gaza City.
Di antara reruntuhan, Gaza menghadapi dua ancaman sekaligus: serangan udara tanpa henti dan krisis kemanusiaan yang semakin dalam.***
Posting Komentar untuk "Gaza Membara: Hamas Menantang Operasi 'Kereta Gideon 2' dengan 'Tongkat Musa'"
Posting Komentar